Senin, 24 Maret 2014

Mirisnya Kualitas PNS

kenapa kita tidak mampu belajar dari sikap teladan yang ditunjukan oleh tenaga pengajar atau pegawai negeri jaman dulu...???tanpa bayaran, tanpa jasa yang pasti namun mereka tetap bekerja secara profesional dan disiplin. semakin lama kualitas pegawai negeri yang berada di berbagai departemen atau instansi pemerintah semakin menunjukan tidak profesional dan disiplin dalam bekerja. kualitas merekapun sangat diragukan. bagaimana tidak, mereka hanya berada diinstansi pemerintah karena hanya memiliki pendidikan tinggi dan berbagai macam gelar dengan kualitasnya yang sangat miris.
sebagai contoh tenaga pengajar misalnya, saat ini banyak sekali tenaga pengajar dengan kualitas dibawah standar yang hanya mengandalkan selembar kertas bertorehkan tanda tangan rektor dan stempel universitas mendidik adik-adik kita yang suatu saat nanti menjadi regenerasi atau penerus bangsa dan negara yang kita cintai.
apa jadinya jika adik-adik kita dibimbing dengan tenaga pengajar yang seperti ini, sepenting itukah kedudukan kertas atau ijazah??? sampai-sampai kualitas tidak dihiraukannya...
banyak sekali orang yang memiliki kualitas bahkan melebihi kualitas orang yang hanya mengandalkan kertas, namun mereka tidak memiliki tempat dan tidak pula diberi kesempatan untuk menunjukan kualitasnya. menyedihkan rasanya jika melihat negara ini, kaya sumber daya alam namun kita harus mengeluarkan sejumlah uang untuk menikmatinya...huft
maaf, kita kembali kebahasan mengenai kualitas pegawai negeri khususnya tenaga pengajar...saya ambil contoh tenaga pengajar karena setiap generasi penerus bangsa lahir dari kualitas pendidikannya, kualitas ilmunya bukan lahir dari seberapa banyak dan tinggi gelar yang diperolehnya...
sekarang ini marak sekali tenaga pengajar yang berbondong-bondong melanjutkan sekolah hanya sebatas untuk mendapatkan gelar dan ijazah dengan tujuan segera mendaftar dan mendapat sertifikasi serta yang paaling penting adalah gaji atau pendapatan yang pasti. mereka tidak mengharapkan ilmu dan peningkatan kualitas sebagai tenaga pengajar bahkan mereka tidak memikirkan dampak negatif bagi anak didiknya.
apakah pemerintah tidak mengharapkan adanya regenerasi yang lebih baik dan lebih berkualitas, sehingga tetap mempertahankan tenaga pengajar dengan kualitas yang sangat miris dan memprihatinkan. ijazah tidak bisa dijadikan sebuah tolok ukur kualitas seseorang, pemerintah seharusnya mengadakan uji kompetensi ulang terhadap seluruh tenaga pengajar yang tersebar di seluruh indonesia khususnya peloksok negeri.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger